Workshop Kurikulum 2019

Sebagai salah satu Program Studi di STIKES Cendekia Utama Kudus, Prodi Kesehatan Masyarakat terus berbenah diri dalam menghadapi kemajuan ilmu dan teknologi. Apalagi tantangan di era revolusi industry saat ini semakin ketat. Institusi pendidikan dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan kemajauan zaman, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi dan daya saing baik di tingkat nasional ataupun internasional. Salah satu bentuk upaya yang dilakukan pengelola program studi adalah dengan menyelenggarakan kegiatan Workshop Kurikulum Kesehatan Masyarakat.

Kegiatan Workshop Kurikulum Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus dilaksanakan pada hari Senin, 9 September 2019. Kegiatan ini dihadiri oleh segenap dosen Prodi Kesmas, Pimpinan STIKES Cendekia Utama Kudus, Mahasiswa, dan Alumni serta beberapa pengguna lulusan. Kegiatan workshop ini menghadirkan pembicara dari Universitas Diponegoro Semarang. Beliau adalah bapak Ir. Suyatno, M.Kes selaku pengurus Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI).

Dalam materinya, Pak Yatno biasa beliau disapa menyampaikan bahwa program studi kesmas harus mempunyai ciri khas. Ciri khas inilah yang harus di branding dengan baik sehingga calon mahasiswa bisa mengenal dan tertarik dengan program studi ini. Program Kesehatan Masyarakat STIKES Cendekia Utama Kudus mempunyai ciri khas promosi kesehatan. Sehingga harapanya lulusan dari prodi ini memiliki kompetensi lebih dalam bidang promosi kesehatan dibandingkan dengan kampus-kampus lain. Selain itu, masih menurut pak Yatno perlu dipertimbangkan adanya mata kuliah-mata kuliah local yang secara khusus menjadi ciri dari institusi ini. Kemudian, tambahkan kompetensi mahasiswa dengan kegiatan-kegiatan pelatihan dan seminar, sehingga mahasiswa siap bersaing di dunia kerja setelah lulus.

Ibu Sri Wahyuningsih, S.KM., M.Gizi selaku ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat menyampaikan bahwa kurikulum Prodi Kesmas sudah mengacu pada kurikulum nasional yang disepakati bersama di AIPTKMI dan sesuai KKNI. Namun, memang masih dibutuhkan masukan-masukan terkait ke unggulan yang menjadi ciri khas program studi, sehingga bisa selaras antara visi dan kompetensi lulusan yang dihasilkan.